Kamis, 31 Mei 2012

LAWAN KENCING MANIS DENGAN BUNCIS

Penyakit kencing manis atau Diabetes Mellitus banyak diidap orang Indonesia. Seorang penderita diabetes mellitus memiliki kadar gula darah yang tinggi sehingga si penderita harus hati-hati dalam menerapkan pola makan. Dokter pun sering menganjurkan agar penderita disiplin dalam mengonsumsi obat, berdiet, dan melakukan olahraga, serta menjauhi stress. Banyak memang obat yang beredar dipasaran untuk mengobati diabetes tersebut, namun sering harganya mahal karena bahan-bahannya harus diimpor. Bagaimana mau menjauhi stres jika untuk membeli obat yang harganya selangit saja susah.
Beruntung, kini telah ditemukan obat murah yang mudah diperoleh. Dipasar-pasar tradisional, “obat” ini dengan mudah bisa didapatkan. Disupermarket pun ada, tapi kalau mau lebih murah memang lebih baik memilih dipasar tradisional. Kalau malas bepergian, kita cukup menunggu tukang sayur yang sering lewat di depan rumah. Lalu “obat” apa yang murah meriah itu? Buncis tanaman yang mirip dengan kacang panjang, tapi lebih pendek dan gemuk itu ternyata mampu mengobati diabetes mellitus. Hel itu terungkap dalam disertasi Yayuk Andani, yang telah mem-presentasikan penelitiannya berjudul”mekanisme”aktivitas antihiperglikemik ekstrak buncis pada tikus diabetes.dan identifikasi komponen aktif” untuk memperoleh gelar doctor dikampus institutepertanian bogor (IPB) darmaga.
Dalam penelitiannya Yayuk menggunakan tikus putih sebagai binatang percobaan. Tikus putih berusia tiga bulan itu oleh yayuk diberikan ekstrak buncis. Ternyata dalam 30 menit setelah dengan sengaja dibuat menderita diabetes, tekanan-tekanan gula darah dalam tikus kembali normal, tanpa mengalami penurunan tingkatpada tinggkat hipoglikemik (dibawah kadar gula normal). Berdasarkan analisis yayuk, didalam buncis terkandungzat yag dinakaman B-sitosterol dan stigmas terol. Kedua zat inilah yang mampu meningkatkan produksi insulin. Insulin adalah suatu hormon yang dihasilkan secara alamiah oleh tubuh kita dari organ tubuh yang dinamakan pancreas.
Insulin berguna untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Seseorang mengalami Diabetes Melitus bila pancreas hanya sedikit menghasilkan insulin atau tidak mampu memproduksi sama sekali. Ternyata dua zat tadi mampu merangsang pancreas untuk meningkatkan produksi insulinnya. Memperoleh data bahwa dari 100 gram ekstrak buncis terkandung karbohidrat 7,81%, lemak 0,28%, protein 2,07%, dan kadar abu 0,32%.
Bagi dunia kedokteran dan farmasi, penemuan Yayuk ini tentu bisa dijadikan refrensi untuk membuat obat diabetes mengan mengekstrak buncis. Tentunya banyak keuntungan yang diperoleh, terutama bagi masyarakat. Karena obat Diabetes akan lebih murah dan mudah didapat dengan banyaknya bahan yang tersedia. Bagi masyarakat, trobosan yayuk itu bisa melegakan hati banyak orang pengidap diabetes mellitus. Cukup membeli sayur buncis dan memakannya secara teratur, kadar gula dalam darah bisa turun.
Pengolahanpun tidak sembarangan. Manfaat buncis lebih terasa bila dimakan sebagai lalapan. Kalau dimakan dalam bentuk oseng-oseng dengan tambahan daging, tentunya sama saja.berbahagialah mereka yang kerap memakan lalapan buncis. Ternyata selain manis, bnuncis dapat mencegah dan menghilangkan penyakit kencing manis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar