Rabu, 16 Maret 2011

KEPADA SIAPA KITA MENGHORMAT?


Didalam agama Buddha dikenal adanya obyek pernghormatan. Penghormatan ini ditunjukan pada obyek yang benar-benar pantas dan berdasarkan pandangan yang benar. Dalam Manggala Sutta, Sang Buddha menjelaskan bahwa menghormati yang patut dihormati merupakan berkah utama. Berikut ini akan diulas beberapa hal mengenai obyek penghormatan dan cara penghormatan.

Obyek penghormatan
Obyek penghormatan secara BUddhis dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu obyek penghormatan berupa orang (pujaniya-puggala), dan oyek penghormatan berupa benda (pujaniya-vatthu).

1.     Pujaniya-Puggala
Tidak sembarang orang pantas untuk dihormati, mereka harus memiliki kualitas yang luhur. Yang termasukd alam kelompok ini adalah orang-orang yang memiliki kebajikan tertentu maupun kebajikan yang luhur. Keterampilan dan kebajikan mereka pantas dijadikan suri tauladan bagi kita. Berdasarkan ketentuan-ketentuan tersebut, berikut ini adalah orang-orang yang pantas dihormat:
a.     Pemimpin/majikan
b.     Guru/Pembimbing
c.      Orang tua/sanak saudara
d.     Raja/kepala pemerintahan
e.     Ariya Sangha
f.       Dhamma
g.     Sang Buddha

2.     Pujaniya-vatthu
Secara umum benda-benda bermakna yang pantas dihormat oleh umat Buddha dapat dikelompokkan menjadi:

a.     Dhaticetiya
Merupakan stupa tempat persemayaman relic Sammasambuddha, Pacceka Buddha, dan Svaka Buddha (Arahat). Tempat maupun benda tersebut pantas dihormati.
b.     Paribhogacetiya
Merupakan candi yang dibangun di empat tempat yang bernilai Buddhis yaitu; taman lumbini di Kapilavatthu, Hutan Uruvela di Buddhagaya, Taman Rusa Isipatana di Benares, Kebun Sala di Kusinara. Selain itu, benda-benda yang pernah digunakan/dipakai oleh Sang Buddha seperti;jubah, mangkuk, saringan air, jarum, pohon Bodhi, dan lain-lain, dapat digolongkan Paribhogacetiya. Tempat maupun benda tersebut pantas dihormati.
c.      Dhammacetiya
Merupakan cetiya tempat persemayaman kitab suci Tripitaka. Kitab suci sebagai obyek penghormatan itu dapat asli berbahasa Sansekerta, Pali, ataupun bahasa lainnya. Tempat maupun benda tersebut pantas dihormati.

d.     Uddesikacetiya
Merupakan benda-benda yang melambangkan karakteristik Buddhis, seperti arca/gambar Sang Buddha maupun para suciwan, jejak tapak kaki Sang Buddha (siripada), dan lain-lain. Benda-benda tersebut kita hormati karena melambangkan nilai-nilai yang luhur. Hal ini dapat dianalogikan dengan penghormatan kita terhadap bendera maupun lambang Negara. Tempat maupun benda tersebut pantas untuk dihormati.

Cara penghormatan
Menurut banyak teks Buddhis antara lain; Dukanipata-Anguttara NIkaya, ada dua cara penghormatan dalam agama Buddha. Dua cara penghormatan itu adalah;penghormatan dengan persembahan (amisa puja) dan Dhamma-puja.

Amisa puja
Amisa puja berarti penghormatan dengan persembahan. Persembahan ini meliputi: makanan, pakaian/jubah, kendaraan maupun fasilitas transportasi,
bunga, dupa, wewangian, keset/tikar, bahan-bahan untuk alas,obat-obatan, dan lampu. Selain itu, pujian (vandana)juga termasuk amisa-puja. 

Dhamma-puja
Dhamma-puja berarti penghormatan dengan melaksanakan Dharma. Yang termasuk dalam Dhamma puja adalah berlindung pada Triratna, melaksanakan Pancasila Buddhis, maupun kesilaan lain yang lebih tinggi. 

Dengan sedikit penjelasan di atas, diharapkan agar kita memiliki pandangan yang benar mengenai obyek penghormatan dan cara penghormatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar