Selasa, 08 Maret 2011

BHAISAJYAGURU BUDDHA


MENYEMBUHKAN PENYAKIT SEMUA INSAN

Bhaisajyaguru Buddha merupakan Yidam Buddha yang ke 2 dari Mahayana dari delapan Cen Fo Cung, Yidam Buddha ini disebut-sebut sebagai Buddha yang dapat menyembuhkan penyakit. Karena dalam Bodhisattva silanya, Bhaisajyaguru Buddha ini melakukan 12 prasetya yang berisikan janji untuk menyembuhkan penyakit semua insa serta menolong mereka yang menderita. Itulah sebabnya Bhaisajyaguru Buddha mempunyai pengertian penyembuhan penyakit agar memperoleh kesehatan dan usia panjang. 

Kesehatan merupakan anugerah tertinggi dan keuntungan terbesar, dalam kehidupan seseorang bila bebas dari penyakit. Tubuh yang sehat memperlihatkan bahwa Prana telah didapat bergerak di seluruh tubuh bagaikan Kristal. Kesehatan ini juga mengandung makna batin-spiritual, yakni seseorang itu juga terbebas dari kilesa (kekotoran batin). Seluruh kilesa yang terdapat dalam tubuh itu telah habis dibakar oleh kekuatan api, sehingga tercapailah Nirvana. 

“Kesehatan adalah keuntungan yang terbesar. Kepuasan adalah kekayaan yang terbesar. Kepercayaan adalah dasar persaudaraan yang baik. Nirvana adalah kebahagiaan tertinggi.” (Sukha Vagga-Dhammapada).

Merawat Orang Sakit
Bagi pelaksana Tantra, sebagai langkah awal untuk melaksanakan Sadhana Bhaisajyaguru Buddha sebagai Yidam Buddha-nya harus terlebih dahulu dapat merealisasikan pengertian yang disampaikan oleh Sakyamuni Buddha tentang merawat dan melayani orang sakit. Merawat dan melayani - orang sakit merupakan suatu berkah utama, sebagaimana dikatakan oleh Sakyamuni Buddha. 

“Pada suatu ketika, setelah merawat seorang Bhikkhu yang disentri, Buddha mengumumkan barang siapa yang ingin melayaninya, ia harus melayani orang sakit.” (Maha Vagga VIII, 26:3)

Melakukan perawatan terhadap orang sakit misalnya membabarkan Dharma kepada orang sakit, mengunjungi dan melayani orang sakit adalah juga dianggap sebagai melayani Sang Buddha. Bila seseorang ingin melakukan persembahan kepada Sakyamuni Buddha layanilah orang sakit. Dengan begitu ketika melaksanakan sadhana akan lebih mudah dan cepat berkontak batin dengan Bhaisajyaguru Buddha, dan menggerakkan 12 pengawalnya. 

7
 
Bhaisajyaguru Buddha memiliki 12 orang pengikut sebagai pengawalnya. Ke 12 pengawal ini memiliki kekuatan untuk melindungi orang-orang yang melaksanakan Sadhana Bhaisajyaguru Buddha. Bila pelaksana ketika melakukan Sadhananya itu dapat mencapai kontak batin dengan Bhaisajyaguru Buddha, maka akan dapat memerintahkan ke-12 prajurit tersebut untuk mendatangkan kekuatan yang tidak terhingga dan menjaganya dari segenap mara bahaya sepanjang hari secara bergantian.12 Jendral Bhaisajyaguru Buddha antara lain: Kumbhira, Vajra, Mihira, Andira, Anila, Sandila, Indra, Pajra, Makura, Kinnara, Catura, dan Vikara.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar